Cegah Hama Padi, Warga Nagari Batu Banyak Gelar Ritual Tradisi Tulak Bala 6 Hari Berturut-turut
BATU BANYAK, 31 Juli 2026 — Dalam upaya memohon perlindungan dari berbagai musibah dan bencana alam, masyarakat laki-laki di Nagari Batu Banyak menggelar kegiatan spritual dan tradisi lokal Tulak Bala. Kegiatan ini berlangsung selama enam hari penuh, terhitung sejak tanggal 25 Juli hingga 30 Juli 2026.
Tradisi Tulak Bala ini digelar sebagai bentuk ikhtiar batin masyarakat atas keresahan warga terhadap serangan hama tikus yang merusak tanaman padi di area persawahan, serta mengantisipasi berbagai ancaman penyakit yang mengintai permukiman.
Rangkaian Kegiatan dan Rute Pelaksanaan
Rangkaian acara dilaksanakan dalam dua bagian waktu, yaitu 3 hari pada malam hari dan 3 hari pada pagi hari.
Pada sesi malam hari, puluhan warga laki-laki berjalan kaki mengelilingi jalan-jalan utama nagari sambil menggemakan lantunan shalawat, takbir, dan doa-doa keselamatan.
Berikut adalah pembagian wilayah (jorong) yang dilalui selama tiga malam pertama:
-
Malam Pertama (25 Juli 2026): Diberlangsungkan di area Jorong Jambak.
-
Malam Kedua (26 Juli 2026): Dilanjutkan dengan mengelilingi Jorong Gobah.
-
Malam Ketiga (27 Juli 2026): Dipusatkan di wilayah Jorong Lambah.
Setelah tiga malam berturut-turut, kegiatan dilanjutkan selama tiga hari berikutnya pada pagi hari (28–30 Juli 2026) dengan memfokuskan pembacaan doa dan penutupan rangkaian ritual di tempat-tempat ibadah serta area perbatasan nagari.
Menguatkan Silaturahmi dan Nilai Religius
Selain sebagai sarana memohon doa agar hasil panen padi warga terhindar dari ancaman hama tikus, kegiatan Tulak Bala ini menjadi momentum penting untuk mempererat rasa kebersamaan dan gotong royong antarwarga Nagari Batu Banyak.
"Kegiatan ini merupakan tradisi turun-temurun yang terus kami jaga. Melalui lantunan shalawat dan takbir bersama seluruh kaum laki-laki di nagari, kami berharap Allah SWT menjauhkan Nagari Batu Banyak dari segala bentuk bala, baik hama tanaman maupun penyakit," ujar salah satu tokoh masyarakat setempat.
Rangkaian kegiatan Tulak Bala yang berakhir pada 30 Juli 2026 tersebut berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh kekhusyukan dari awal hingga akhir. Masyarakat berharap hasil pertanian warga kembali melimpah dan nagari sentosa terhindar dari segala wabah.